Jakarta (KABARIN) - Di balik setiap gerakan elegan dan penuh filosofi, pencak silat menyimpan harapan besar—bukan hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai olahraga kelas dunia.
Harapan itu kembali digaungkan oleh Prabowo Subianto yang menegaskan dukungannya agar pencak silat bisa segera dipertandingkan di Olimpiade.
Dalam forum Musyawarah Nasional XVI PB IPSI 2026 di Jakarta, ia menyampaikan bahwa perjalanan menuju Olimpiade memang belum selesai, namun keyakinan tetap kuat.
Bagi Prabowo, membawa pencak silat ke Olimpiade bukan sekadar soal prestasi. Ada hal yang jauh lebih penting: menjaga kemurnian nilai dan filosofi di dalamnya.
Menurutnya, pencak silat bukan hanya olahraga, tetapi juga cerminan karakter—tentang keberanian, kesopanan, dan jiwa ksatria.
“Tidak perlu terlalu obsesi,” pesannya, menegaskan bahwa kualitas dan keaslian harus tetap menjadi prioritas utama.
Selama berada di bawah naungan Ikatan Pencak Silat Indonesia, pencak silat Indonesia telah menorehkan banyak prestasi di panggung internasional.
Dari medali emas hingga perak dan perunggu, atlet-atlet Indonesia terus membuktikan bahwa bela diri tradisional ini mampu bersaing secara global.
Bahkan, negara lain kini ikut belajar dan mengembangkan pencak silat—sebuah bukti bahwa warisan budaya ini telah melampaui batas geografis.
Menariknya, Prabowo juga menyoroti sisi lain dari perkembangan pencak silat: ketika murid mampu melampaui gurunya.
Ia mencontohkan bagaimana negara-negara seperti Vietnam dan Thailand, yang dulu belajar dari Indonesia, kini mampu menjadi pesaing tangguh.
Namun baginya, itu bukan kekalahan—melainkan keberhasilan seorang guru.
Langkah menuju Olimpiade Los Angeles 2028 masih panjang, tetapi optimisme tetap menyala.
Agenda besar ini juga menjadi bagian dari pembahasan dalam Munas IPSI, termasuk regenerasi kepemimpinan untuk periode mendatang.
Meski tidak lagi menjabat sebagai ketua umum, Prabowo memastikan dukungannya tidak akan berhenti.
Pencak silat bukan hanya tentang menang atau kalah. Ia adalah identitas, cerita, dan kebanggaan bangsa.
Dan jika suatu hari nanti dunia menyaksikan pencak silat di panggung Olimpiade, itu bukan hanya kemenangan olahraga—melainkan kemenangan budaya Indonesia di mata dunia.
Editor: Suryanto
Copyright © KABARIN 2026